All memories (part 1)


All Memories (part 1)

all memories

 

Author’s : kialkiol

Main cast : D.O kyungsoo (D.O exo)

                    Kim hyu-na (OC)

Length :  two shoot

Genre : romance, agst, memories

PG : -15th

Disclaimier :  ini hanya untuk umur -15th keatas ;d *becanda*

Annyeong : haiiii aku cinta deh sama d.o kyungsoo, kalian gaboleh cinta yaahh. Harus aku aja yg cinta. Kalo kalian hanya sebatas suka ‘no problem’ haha😛 /fanskejam/ *dibunuhsamad.o*

 

 

 

~~~~0ooo0~~~~

“yobeseyo?” suara rendah penuh serak menggema di sebuah ruangan.

“ne? JEONGMALYO??”

Seketika orang yang ada di sekeliling nya menatap tajam pemilik suara itu. Sesekali hyu-na menunduk kecil , meminta maaf.

 

Wanita yang ada di sebelahnya menncolek bahu nya“ mianhe, Bisakah kau kecilkan sedikit suara mu? 40 desible!! Kau tahu itu kan?”

Seketika itu hyu-na menutup speaker ponsel nya dengan tangan, dan mengahadap kearah wanita muda berambut sebahu yang memanggilnya itu “jeoseonghamnida” ia secepat kilat membereskan buku –buku yang ada di meja nya dan memasukkan nya ke dalam tas ransel cokelat nya. Ia berdiri dan berjalan melewati orang orang yang sedari tadi melirik nya tajam, sesekali ia membungkukkan badan “jeoseonghamnida jeongmal jeoseonghamnida”

Sesampai di tengah ruangan ia berlari kecil sambil memegangi ponsel yang masih menempel di telinga nya.

“YAA!! Apakah kau gila? Aku tadi sedang di perpustakaan!!”

“apakah kau tidak tahu? Sedari tadi aku ditatap tajam oleh semua orang diruangan itu!!”

“ne arraeso, tunggu aku disana”

 

~~~o0o~~~

“HYUNA~ya”

Sesosok yeoja berkacamata dengan kaus panjang dan rok mini merah melambai kearah nya. Hyuna baru menyadari bahwa itu adalah orang yang dicari nya. Ia mendekati yeoja itu. “kau sudah menunggu lama bukan?” Tanya hyuna setelah ia duduk di depan yeoja itu

“YAA!! Ddaebakk!!”

“wae? Waeyo?”

Yeoja yang ada di hadapan hyuna seketika mendelik nakal “YAA!! Aku sungguh iri padamu”

Hyuna menunjukkan kerutan di dahi nya “iri?” yeoja itu mengangguk “padaku?” Tanya hyuna masih dalam keadaan dahi berkerut “kau berhasil terpilih sebagai miss tercantik fakultas”

“MWO???”

“ternyata bukan jung sora yang menjadi juara nya.. yaa!! Apakah aku kurang cantik?”

Hyuna tersenyum mengejek “YAA!! Jung sora, apakah sekarang kau tidak percaya diri?”

“aku bukan yang tercantik lagi di fakultas. Gelar itu malah menjadi milikmu sekarang”

Hyuna tersenyum lagi, bukan senyuman mengejek, tetapi senyuman datar “neo yebboji… jinjja yebboji” ucap nya sambil menyengir

Jung sora ikut tersenyum, menghargai teman nya yang mencoba menghiburnya.

“sudahlah tidak usah menghiburku dengan cara berbohong seperti itu , walaupun dulu aku menang, mungkin itu hanya keberuntungan”

Hyuna membulatkan matanya “tapi sungguh aku tidak berbohong”

“baiklah arasseo, gumawo atas pujianmu. Sungguh kau memang pantas mendapat gelar itu. Kau pintar dan cantik”

Hyuna tersenyum pada jung sora “gomapta”

~~~o0o~~~

“kau tidak ingin makan siang bersama ku?” gumam jung sora sambil merajuk di depan wajah hyuna. Semua orang yang berlalu lalang di halaman gedung kampus memperhatikan mereka dengan alis terangkat. Menyadari hal itu, hyuna menarik tubuh nya kebelakang agar tidak terlalu dekat dengan tubuh sora. “yaa!! Kau tidak sadar? Kita sedang diperhatikan!” gumam hyuna berbisik “ahh mian” sora berbalik badan kearah semula.

“sebenarnya aku ingin, tapi aku ada janji dengan dosen”

“ummm.. baiklah aku mengerti” gumam jung sora sambil memanyunkan mulut nya

Hyuna menerawang “aku janji lain kali, aku yang akan mentaraktir”

“jinjja?”

“ne..”

“baiklah kutunggu janji mu”

“pasti, umm,, aku harus pergi sekarang. Sampai nanti”

“hati-hati”

“ohh”

 

~~~o0o~~~

Hyuna berjalan… berlari kecil…. berlari cepat. Setiap dia melangkahkan kaki pasti ada saja yang memperhatikan nya sambil berbisik bisik. “aishh mendapat gelar seperti itu malah hanya menambah masalah” gumam nya dalam hati. Setelah melihat orang yang dicari nya sedang menaiki tangga, matanya langsung berbinar-binar.

“Park saessangnim” panggil hyuna keras kepada namja paruh baya yang sedang menaiki tangga. Hyuna dengan cepat menyusul nya dari belakang. “ParkSAESSANGNIM!!!” teriak nya lebih keras dari sebelum nya. Orang yang dipanggil menengok kearah nya “ahh hyuna~ah”

“hmm.. aku sudah mencarimu kemana mana saessangnim, ternyata kau disini” gumam hyuna berbasa basi “Ngomong-ngomong apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya nya penasaran.

“ahhh ini penting sekali.. ikuti aku”

Hyuna hanya mengangguk sesaat. Lalu menunjukkan wajah bingung

“YAA!! Kubilang ikuti aku!” hyuna mendelik kaget “ohh, ne park saessangnimJ”

~~~o0o~~~

“menjadi tutor lah untuk beberapa minggu ini!!”

Hyuna yang sedari tadi mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan menengok kaget kearah dosen nya yang sekarang sedang mendudukan diri di sofa.

“ne?”

“apakah kau tuli?”

“parkSAESSANGNIM!!”

“semua jurusan juga tahu kau yang paling pintar di fakultas!! Apa salahnya menjadi tutor hanya untuk beberapa minggu?”

“cishh… jinjja!! Kalau aku tahu, kau memanggilku hanya untuk ini. Aku takan menemuimu!!”

“hanbeoman!! Ttak hanbeoman” gumam dosen nya memelas

“aishh baiklah, aku tidak tega melihat mu memohon mohon padaku! Tapi, jangan kau buat tampang memelas seperti itu di wajah mu. Itu hanya akan membuatmu terlihat kasihan”

“ohh gomapta!! Kim hyu-na? cishh kau memang yang paling baik” gumam dosen yang berumur sekitar 30tahun itu sambil mengelus elus rambut hyuna

“aishh lepaskan!!” teriak hyuna sambil menurunkan kasar tangan dosen nya dari kepala nya.

“aku pergi, aku masih banyak urusan. Selain meladenimu saessangnim!!” gumam hyuna sambil menggendong tas ransel nya. Dan berjalan cepat kearah pintu.

“sekali lagi gomapta” teriak dosen nya dari dalam ruangan, setelah hyuna menutup pintu dengan kasar

“anak itu mempunyai tabiat buruk!” gerutu dosen nya sambil menggeleng gelengkan kepala nya

~~~o0o~~~

“aigoo…ahh jinjja. AIShhh jeongmal!!” teriak hyuna frustasi

Orang orang yang sedang duduk di sekitar jalanan setapak halaman kampus memerhatikan nya. Salah satu diantara mereka berbisik bisik “bukankah dia itu kim hyuna?”

“siapa kim hyuna?”

“yaa!! Miss tercantik fakultas, kau tidak tahu?”

“miss tercantik? Apakah kau yakin? Dia sungguh cantik. Tapi, seperti nya dia yeoja pemarah”

Hyuna merasa kesal di bicarakan seperti itu. Ia mendekati kedua yeoja yang sedang duduk di bangku dekat pohon. “WAE!!? Apakah aku seperti orang bodoh? Jika iya mengapa kalian tidak mengatakan nya langsung padaku? Mengapa harus berbisik bisik? Apakah kalian punya sopan santun?” teriak hyuna di depan kedua yeoja itu “Ahh apa yang kau katakan barusan?” tunjuk hyuna kepada yeoja berambut pirang “pemarah? PEMARAH kau katakan? Apakah kau harus kena tamparan dahulu? Baru bisa menjaga mulut ember mu itu?” gerutu hyuna.

“YAA!!! Bukankah yang dikatakan yeoja itu benar?” suara serak namja dari belakang

Hyuna membalikkan tubuh nya. DEG… detak jantung nya hampir terdengar, jika saja tidak ia tutupi dengan tangan nya. “apa kabar? Kim hyuna?” gumam namja pemilik suara serak itu sambil tersenyum.

“apa yang kau katakan barusan? ‘benar’? benar apa nya?”

“benar?” pemilik suara itu sedikit menerawang “Ahh, benar bahwa kau yeoja pemarah!” gumam pemilik suara itu dengan percaya diri.

Orang orang yang ada disekitar mereka tertawa. Mereka menggeleng gelengkan kepala nya. mungkin karna hyuna terlihat seperti orang ‘bodoh’. Mereka mulai berhamburan pergi. Mungkin mereka geli melihat miss tercantik fakultas yang ternyata seorang yeoja polos.

“mworrago?” gumam hyuna sambil mendekatkan wajah nya ke wajah pemilik suara serak itu “YAA!! Apakah kau ingin berciuman dengan ku? Mengapa kau berbicara sedekat ini?” gerutu nya

“MWORRAGUYO?”

“lihat? Kau teriak seperti itu bukan dengan orang yang kau kenal. Apakah itu sopan santun?”

“Kau benar, aku tidak punya soapan santun, aku memang bodoh dan sangat polos!!. Tapi apakah banyak orang seperti aku diunia ini? Sangat jarang bukan?”

“apa yang kau bicarakan?”

“ahh molla!! Lupakan saja” hyuna khendak membalikkan badan nya , tetapi tangan nya ditarik oleh namja itu. “YAA!! Apa yang kaulakukan?”

“apa maksud perkataan mu barusan?”

“pikir saja sendiri, jika kau tidak mengerti juga. Mungkin kau lebih bodoh dari orang bodoh! Lepaskan…” gumam hyuna sambil menatap nanar mata namja itu.

namja itu menatap dalam mata hyuna, kemudian dengan perlahan lahan melepaskan genggaman nya.

~~~o0o~~~

Hyuna berjalan sambil memegangi ponsel nya yang terus berbunyi. “ahh mengapa sora menelepon ku disaat seperti ini? Tidak tahu kah dia sekarang aku sedang kesal?” gerutu hyuna. Ia menempelkan ponsel nya ke telinga “ne?”

“ohh aku sedang di jalan menuju halte bus..”

“tidak, aku tidak ada kelas”

“tidak.. aku tidak apa-apa!! Aku hanya merasa lemas”

“YAA!! Jung sora, kalau kau menelepon hanya untuk menanyakan hal yang tidak penting lebih baik tidak usah!”

“mian.. tidak saat ini. Lain kali saja yahh”

“ne, ku tutup”

Hyuna menggeleng gelengkan kepalanya karna tingkah sahabat nya itu. “apakah dia pikir dia itu eomma?” gerutu nya sendiri

Tiba-tiba butiran air dari langit jatuh begitu saja tanpa permisi. Hyuna segera berlari mencari tempat berteduh, sialnya tidak ada sama sekali tempat yang bisa untuk berteduh. Mobil sedan putih melaju di depan nya dengan kencang hingga menimbulkan cipratan air kotor “AISHH!! YAA!! Menyebalkan sekali!!” umpat nya

tiba tiba mobil itu mundur hingga ke tempat hyuna berdiri. Hyuna terbengong. Kaca jendela mobil terbuka, dan terlihat sesosok namja yang sangat ia kenal.

“masuklah!! Hujan mulai lebat. Kau bisa basah kuyup”

“tidak perlu, aku hanya harus jalan sebentar untuk naik bus”

“masuklah!!”

Hyuna tidak menghiraukan omongan namja itu, ia terus berjalan dengan keadaan baju dan rambut yang mulai basah kuyup. Namja itu terpaksa keluar dari mobil nya dan berlari mengejar hyuna yang masih terus berjalan. Namja itu menarik pergelangan tangan nya.

“kubilang masuk lah!! Kau membuatku kehujanan!”

“aku tidak memintamu untuk keluar dan berhujan hujanan bersama ku!”

“KIM HYUNA!! MENURUTLAH DENGAN KU SEKALI INI SAJA!!”

Hyuna berhenti berjalan dan membalikkan tubuh nya. Mendekatkan tubuh nya ke tubuh namja itu “mwo? Menurut? Bukankah aku selalu menurut padamu?” gumam nya sambil menatap nanar mata namja didepan nya. “aku mohon!! Sekali ini saja!! KAU BISA SAKIT!!”

“apa peduli nya kau padaku?”

“aku selalu peduli padamu. Apakah kau tidak sadar?”

“lepaskan…. tangan mu!!”

“tidak kali ini!!”.

Namja itu menarik kasar pergelangan tangan hyuna. Sedangkan yang ditarik meronta ronta, mencoba melepaskan dirinya dari cengkraman namja itu “YAA!! Apakah kau gila?”

“mian membuat tangan mu sakit. Jika tidak begini, kau tidak akan pernah menurut padaku”

“tidak pernah menurut? Kalau tidak pernah menurut ,mungkin saja aku sudah menggigit tangan mu!”

“cishh” namja itu tersenyum

~~~o0o~~~

“gumawo!! Gumam hyuna sambil menenteng ransel nya yang sudah basah.

“bisakah aku masuk? Sudah lama aku tidak bertemu ibumu!”

Hyuna menatap nanar mata namja yang sekarang sedang tersenyum padanya “D.O kyungsoo!!”

“Aku sudah lama tidak mendengarmu mengatakan itu”

“pergilah.. aku ingin istirahat!”

“aku bukan ingin bertemu ibumu! Tidak bisakah kau lihat ini?” gumam nya sambil menunjuk baju yang dikenakan nya sudah basah kuyup, rambut nya acak acakan “tidakkah kau kasihan melihat ku seperti ini?”

Hyuna tersenyum “baiklah!! Masuk” gumam hyuna datar  “ingat hanya karna bersalah!!!”

“ahh.. kau masih sama seperti dulu. Bisakah kau hilangkan sifat gengsi mu itu?”

“jangan banyak omong! Jika kau banyak omong lebih baik pergi”

“ahh baiklah ,,,,baiklah, aku akan masuk…. aku akan masuk!!”

Hyuna berjalan mengahmpiri pagar rumah nya , dengan d.o yang ada di belakang nya “tutp pagar nya!!” gumam hyuna memerintah

“aishh.. aku kesini buakan untuk jadi pembantu!”

Hyuna membalikkan tubuh nya, menatap nanar mata d.o

“Bisakah kau tidak melihat ku seperti itu? Matamu hampir keluar!! Kim hyuna”

“bukankah matamu yang setiap hari seperti ingin keluar?”

“YAA!! Kau mengejek ku?”

“annieyo!! Fakta.. bukankah itu fakta?”

“ahh kuakui itu fakta.. tapi bukan kah karna mataku dan bibirku kau suka padaku?”

Hyuna terbengong “pergi!! Aku tidak ingin melihat mu disini!”

“bukankah itu fakta? Mengapa kau menyembunyikan fakta?”

“memang fakta, dan kuakui itu. Tapi mata dan bibir mu bukan lagi yang special sekarang!!”

“lalu, mata dan bibir siapa yang sekarang kau special kan?”

“molla!! Apakah itu penting?”

“itu penting bagiku, karna aku harus tahu siapa yang akan jadi saingan ku!!”

Hyuna menggeleng gelengkan kepala nya, ia membalikkan badan nya dan berjalan kembali. Pintu terbuka dan muncul sesosok yeoja paruh baya. Kemudian yeoja paruh baya itu melambaikan tangan nya “EOMMA!!” teriak hyuna, ia berlari dan segera memeluk eomma nya. “kau membawa seorang namja?”

“ahh dia temanku”

d.o mendekati hyuna dan ibu nya, kemudian dia tersenyum J

“ohh kyungsoo?”

““annyeonghaseyo eommonim :D”

“yaa!! Hyuna~ah? Kau bersama kyungsoo? Mengapa kau bilang dia teman mu?”

“eomma!! dia memang teman ku. Dia kesini hanya untuk ganti baju, karna kita berdua tadi kehujanan. Aku diantar oleh nya, kita bertemu dijalan”

“ahh kyungsoo sudah lama tidak bertemu dengan mu”

“ne, eommonim bagaimana kabar mu?”

Tiba tiba hyuna memegang tangan nya “YAA!! Sudah selesaikah kau berbasa basi?”

gumam hyuna datar “eomma aku masuk dulu yaah” lanjut nya.

“hyuna~ah mengapa kau menarik narik tangan nya?”

“lihatlah eomma!! dia bisa sakit jika dia masih memakai baju basah seperti itu”

“ohh.. yasudah masuklah dan ganti baju mu kyungsoo”

d.o kyungsoo tersenyum manis “ne eommonim”

hyuna dengan cepat menarik tangan nya hingga masuk ke kamar nya “YAA!! Apakah kau gila?” teriak d.o kyungsoo

“cepatlah ganti baju mu, lalu pergi” gumam hyuna sambil melempar kaus panjang, d,o dengan sigap menangkap nya “kau khawatir padaku?” Tanya nya penasaran

Hyuna mengerutkan kening “khawatir? Aku hanya tidak ingin kau berlama lama disini”

d.o memutar kepala nya “jika kau khawatir katakanlah!! Itu hanya akan membuat ku penasaran”

“cepatlah!! Aku ingin istirahat!!”

~~~o0o~~~

Hyuna melemparkan tubuh nya di atas kasur empuk miliknya. Ia mengeliatkan tubuh nya. Setiap hari ia mengingat namja satu itu, entah mengapa dia merasa jengkel sekaligus marah. Tapi mengapa disaat namja itu ada di hadapan nya, ia sama sekali tidak marah. Ia seperti terkena sihir, semua berjalan tanpa kendali nya. Mungkinkah ia masih mencintai namja itu? Namja yang jika ia ingat nama dan wajah nya akan membuatnya marah? Mungkinkah?

“molla.. molla molla..!!” teriak hyuna frustasi

Hyuna mengangkat tubuh nya, duduk bersila. Mencari ponsel yang sedari tadi tidak ia lihat. “dimana ponselnya?” gerutu nya sendiri.  setelah menemukan apa yang dicari nya, ia memencet beberapa tombol dan menempelkan ponsel nya ke telinga.

“apakah besok kau ada waktu? Aku ingin bertemu dengan mu”

“mwo?? Merindukan mu? YAA!!”

“ Aniyeo.. aku hanya ingin bertemu saja”

“jam delapan di taman kampus? Baiklah arraseo, aku akan menemuimu disana”

~~~o0o~~~

Kyungsoo menutup pintu mobil nya kencang. Ia berjalan santai, menghirup udara pagi hari sambil menutup mata nya. Merasakan udara menyerpa wajah nya. Terus berjalan tanpa melihat. BRUK.. ia merasakan ada sesuatu yang ia tabrak. Seketika ia membuka kelopak mata nya dan mendapat sesosok yeoja yang sedang membungkuk khendak mengambil ponsel nya yang sudah terbuka dari tempat nya.

“ohh joeseonghamnida” gumam d.o sambil ikutan membungkuk khendak membantu yeoja itu, tetapi tangan nya berhenti ketika yeoja itu sudah mendapatkan ponsel nya kembali dan berdiri semula, d.o kyungsoo pun ikut berdiri. Mata nya mendapatkan sesosok wajah yang sangat ia kenali “Jung sora?” gumam nya sambil menunjuk wajah yeoja itu.

Jung sora baru menyadari bahwa namja yang ada di depan nya memanggil nama nya, ia segera melihat wajah namja itu. Ia sangat terkaget melihat wajah itu

“D.O kyungsoo?”

“apakah kau benar jung sora?” Tanya kyungsoo hati hati

Jung sora menggelengkan kepala nya “YAA!! Itu kah kau? Se tampan itukah kau sekarang?” Tanya sora terpukau

d.o menyengir “bukankah memang dari dulu aku sudah tampan?”

jung sora terbahak “hahahah.. cishh kau masih seperti dulu, rasa percaya dirirmu makin bertambah saja”

“aniyeo..kau salah, makin bertambah umur, rasa percaya diriku malahan makin berkurang”

“JINJJA? Lalu apa yang baru kudengar barusan?”

“itu hanya bualan… ahh sedikit dari sedikitnya rasa percaya diri ku”

“molla!! Kau masih membual seperti dulu!!”

d.o tersenyum datar “kau kuliah disini?”

jung sora mengangguk “mm.. satu fakultas dengan hyuna”

d.o menganggukan kepala “jurusan?”

“sastra jepang”

“wahh kau sekarang jadi orang jepang?”

“begitulah”

“aku baru pindah kesini”

“jeongmal?”

“aku ambil jurusan sastra inggris”

“JINJJA?? Kau akan satu kelas dengan hyuna??”

“hyuna? Dia…sas-tra inggris?” Tanya kyungsoo terbata bata

Jung sora mengangguk kecil “umm…tapi,bukankah kau seharusnya senang? kau bisa bertemu dengan mantan mu?”

D.o kyungsoo menerawang “molla!! Memang seharusnya aku senang, tapi dia masih sama seperti dulu”

Jung sora memukul bahu nya keras “YAA!! Bersemangatlah..” gumam nya sambil menyengir “dia masih dingin padamu?” lanjutnya datar

d.o mengangguk

“mungkin… hyuna masih belum menerima kesalahan fatal mu dulu”

d.o hanya menganggguk pelan sambil melamun, pandangan mata nya lurus kedepan. Kosong

~~~o0o~~~

“YAA!! JUNG SORA!!” panggil hyuna. Jung sora berlari kecil kearah nya “ahh mianhe aku sangat terlambat bukan?” tanya nya setelah ikutan duduk di samping hyuna

“aku sudah menunggumu setengah jam!!! Kau tahu?”

“mianhe.. aku tadi habis mengo—“

“aishh.. tadinya aku ingin curhat dengan mu!! Mood ku sudah berubah” gumam hyuna sambil kehendak berdiri dari tempat duduk nya.

“yaa!! Kau mau kemana?”

“pulang!!” gumam hyuna sambil menyelempangkan tas tenteng nya

“kau tidak ada kelas hari ini?”

“aniyeo… tapi aku harus mengajar”

“mwo? Mengajar?”

“tutor!!”

“ahh..YAA!! kau ingin tahu aku tadi bertemu siapa?” Tanya jung sora senang

Kim hyuna menggelengkan kepala nya dua kali “aniyeo!!”

Jung sora bangkit dari duduk nya, dan meraih pergelangan tangan hyuna “heii.. aku sudah minta maaf bukan? Mengapa sekarang kau jadi yeoja pemarah?”

“aku hanya—“

Jung sora segera memotong ucapan hyuna “YAA!! Aku bertemu mantan mu!!”

“mantan?”

“tskkk.. kau lupa mantan mu? D.O kyungsoo!!”

“aaahh.. si mata besar?”

“mengapa kau tidak kaget?”

“tentu saja tidak.. aku kemarin sudah bertemu dengan nya”

Jung sora menerawang “mungkinkah… kau ‘berkencan’ dengan nya?” gumam sora menebak nebak

Hyuna mendelik “aniyeo” gumam nya sambil melambaikan telapak tangan nya “dia hanya memberiku tumpangan”

“JINJJA!!??”

Hyuna menggelengkan kepala nya “sudahlah tidak usah di bahas” gumam nya datar sambil khendak berjalan

“DIA MASUK SASTRA INGGRIS, apakah kau tahu?”

Hyuna memberhentikan langkah nya dan membalikkan tubuh nya “MWO??” teriaknya

~~~o0o~~~

Kim hyuna berlari.. mengejar seseorang. Ia menarik tangan orang itu. Kemudian memanggil nya “PARKSAESSANGNIM”

“YAA ma!! kau membutaku kaget!!”

“park saessangnim??”

“wae? Waeyo? Mengapa kau datang ke sini sepagi ini?”

“kau lupa? Kau yang memintaku menjadi tutor!!”

“ahh matchi matchi ,, aku lupa.. baiklah murid mu sudah datang sedari tadi!!”

“siapa dia?”

“dia? Tentu saja anak baru”

“anieyo.. aku tahu dia anak baru. Nama nya… apakah kau tahu?”

“kyu…— “

“cepatlah!!!”

“sabar!! Aku lupa nama nya!”

“D.O kyungsoo?”Tanya hyuna takut

Dosen nya menerawang “ahh yaa yaaa itu nama nya.. aishh kalau kau tahu mengapa kau bertanya padaku?”

“MWO??!!! Saessange!!”

“ada apa?”

“eottokhe saessangnim?”

“kau hanya harus mengajar nya untuk seminggu!! Apa susah nya?”

Hyuna menunduk, berjongkok sambil menutupi wajah nya “eottokhe? Ahh jinjja!!”

“YAA ma!! Ireona!!”

 

~~~TO BE CONTINUE~~~

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s