Love in seoul ( part 2 )


ff indo 2

Love in seoul  ( Part 2 )

 

Author: Azkia Himayatu Dini

Title: Love in seoul

Main Cast :

–  Tiffany  (SNSD)

– Lee jong hyun (CN Blue)

– Yuri  (SNSD )

– Lee jong min (OC)

Other cast :

–      All members SNSD

–      All members CN Blue

Genre: Romance, AU

Length: Chapter

Disclaimer:  All members of CNBLUE and SNSD is the other cast, but OK also important here. OC is the main cast.

A/N: Anneyong readers, ini cerita pertama  yang aku tulis di FF sekaligus author baru di sini. Kalau ada kesamaan tokoh, plot dll itu benar-benar murni suatu kebetulan. Semoga aja readers suka dengan cerita ini ya. Dan kunjungi juga blog aku http://www.azkia_himayatu.blogspot.com . atau bisa mention aku di @kialkiol  facebook aku nya di Azkia Himayatu Dini Oke, selamat membaca:D

~~~oOo~~~

AUTHOR’S POV

“ini dia kita panggil kan SNSD dan CN Blue” gemuruh teriakan , seruan penonton kian terdengar di telinga jong hyun, membuat sedikit jantung nya berdegup kencang, mungkin orang yang ada di dekat nya, kang min hyuk bisa mendengar nya sekarang. Ia sedikit gugup hari ini, entah mengapa bisa seperti itu. Mungkin karena reality show ini ada kaitan nya dengan masaah hati. “yaaa… apa yang sedang kalian lakukan? Cepat lah jalan, jangan membutaku malu” suara tuan nam,lebih tepat nya berbisik, suara yang berhasil membuat degup jantung nya,lee jonghyun bertambah. Lee jong hyun , dan members CN Blue lain nya segera memasuki panggung dimana penonton memusatkan seluruh perhatian nya pada orang-orang yang sedang berjalan di tengah tangga itu.

“ini dia CN Blue dan SNSD… tepuk tangan nya?” suara MC yang terlihat begitu bersemangat membuat degup jantung Tiffany juga sedikit tidak beraturan,dengan di tambah nya gemuruh penonton yang memusatkan pandangan nya pada kedua “KUBU” yang saling bertemu.

“ okeyy… silahkan kedua kelompok music nya duduk di tempat yang sudah di sediakan, SNSD di sebelah kiri dan CN Blue di sebelah kanan” suara MC mulai terdengar lagi setelah kedua “KUBU” itu sudah saling bertemu.

“ baiklah kita segera mulai ,ini dia reality show paling terkenal di seluruh penjuru kota seoul “SPEAK HEART” lagi lagi gemuruh tepuk tangan para penonton dan suara MC yang sedikit berteriak membuat ruangan studio itu bertambah berisik.  “anyeonghaseyo …apa kabar SNSD dan CN Blue?” Tanya MC itu memulai pembicaraan. “ahh,anyeonghaseyo … ” gumam kedua “KUBU” kelompok music itu bersamaan dengan teriakan penonton yang memanggil nama- nama personil kedua kelompok music itu. “okeyy.harap tenang semua nya, mungkin sudah lama kita tidak melihat SNSD dan CN Blue di acara acara reality show seperti ini” gumam MC lagi

Seru MC yang sedikit sudah mulai memasuki umur 30an“kita akan mulai dari SNSD, leader taeyon untuk sedikit menyapa penggemar maniak nya ?” leader taeyon tersenyum “oh… anyeonghaseyo, nen taeyon imnida” senyum nya bertambah melebar ketika teriakkan penggemar kembali memenuhi ruangan studio. “selanjut nya…” gumam MC dengan melongokkan kepala nya. “anyeonghaseyo , nen yoona imnida” senyum yoona mengembang. Tiffany tersenyum datar , karena degup jantung nya berbunyi dengan ritme yang tak beraturan “anyeonghaseyo… nen tiffany imnida”  ~  … “ anyeonghaseyo , nen yuri imnida ~~ “nen.. sunny imnida” ~ “anyeonghaseyo , nen sooyoung imnida” ~ “nen,…jessica imnida” ~ “nen …hyoyeon imnida” ~ “nen… soehyoon imnida” sapa members lain nya tanpa harus di berikkan intruksi oleh MC . “baiklah … kita lanjutkan CN Blue… leader yong hwa – silahkan sapa penggemar maniak kalian”

“ohh ne,, anyeonghaseyo … hai semuaaaa. Nen jung yong hwa imnida,” gumam young hwa, selaku leader CN Blue ~ “anyeonghaseyo semua penggemar maniak CN Blue, nen lee jonghyun imnida” ~ “ anyeonghaseyo ….nen lee jushin imnida” ~ “ hai hai hai semua nya.. nen kang min hyuk imnida, maknae CN Blue” gumam kang min hyuk di barengi sorakkan penonton yang meledek.

Gemuruh suara penonton mulai mereda ketika MC mulai ingin bicara, seakan-akan mendengarkan guru sedang berbicara. Karena, penggemar penggemar, mereka tidak mau kelewatan hal penting tentang idola nya. Begitu juga MC yang ingin berbicara mengenai idola mereka. “ baiklah kita akan segera menyaksikan performance dari SNSD ini dia…SNSD-the boys selamat menyaksikan”  Suara music mengiringi tiap-tiap gerakan dance yang di buat SNSD yang membut ruangan studio itu kembali bergerumuh dengan teriakkan penonton yang mulai menyaksikan penampilan idola mereka yang membawakkan lagu “ THE BOYS (Korean ver)” itu seakan akan membuat idola meraka tahu kegembiraan yang sedang mereka rasakan.

*********

          Hembusan napas tiffany kembali membuat jantung nya tak menentu karena udara musim dingin dan ditambah dingin nya studio ber AC ini. Memang pilihan yang salah memakai baju you can see di saat saat musim dingin seperti ini. “ baiklah.. CN blue apa yang kalian lakukan pada saat saat musim dingin seperti ini” suara MC berhasil membuat kata kata yang ada di otak tiffany memutar di udara. “oh bolehkah di jawab oleh leader nya saja?” suara kang min hyuk membuat penonton tertawa renyah.

“ ohh min hyuk ssi , kau seakan –akan mengelak dari pertanyaan ini. Padahal ini pertanyaan pertama” gumam MC menjawab pertanyaan min hyuk . min hyuk tersenyum “ ah ahjussi.. ini pertanyaan ketiga kau, setelah apa kabar! Dan penyapaan ” seru min hyuk dengan nada sedikit meledek. Usaha nya untuk mencairkan suasana yang beku berhasil sempurna. Buktinya, semua penonton kembali tertawa renyah. Juga, para personil tidak terkecuali tiffany dan lee jong hyun. “bisa saja, tapi kau juga harus menjawab nya.. semua personil .. silahkan dari yong hwa ssi “ gumam MC dengan cengiran lebar, hingga gigi putih nya terlihat.

Yong hwa tersenyum datar “baiklah aku terpaksa menjawab pertanyaan yang sudah kalian ketahui jawaban nya.. ..aku— biasanya tidur di kala musim dingin seperti ini” gumam yong hwa denagn nada agak naik turun. MC kembali tertawa “yaa… yong hwa ssi apakah kau tukang tidur?” gumam MC . yong hwa aterseyum malu “ne, seperti nya benar seperti itu”

“baiklah selanjut nya jong hyun…” . lee jong hyun terseyum “bermain gitar dan menulis lirik sambil minum caramel macchiato seperti nya adalah kebiasaan ku di kala musim dingin” tersenyum adalah pilihan tepat lee jong hyun. “ohh, kau hebat.. jong hyun ssi  membuat lirik pada saat yong hwa sedang bermain main dengan mimpi nya , keren bukan?” keadaan kembali riuh dengan tawa renyah penonton yang mendengar MC mulai melucu. “bagaimana dengan jushin ? apakah kau berbeda dengan kedua personil ini?”. “kalau aku mendengarkan playlist di iPod ku atau main gadget” jawab nya lee jushin. “ahhhh… sangat mengasyikkan bukan? Bagaimana dengan maknae yang satu ini? ”.  “ahh tentu saja kalian semua sudah tau kalau aku raja nya makan bukan?” penonton kembali riuh dengan kata kata terakhir kang min hyuk. “ahahahaah… tentu saja mereka sudah tahu , tetapi mengapa badan mu masih tetap kecil min hyuk ssi ?” . “ahhaha , ini bawaan lahir”

TIFFANY’S POV

Aku tersenyum mendengar kang min hyuk berkata seperti itu ,maknae satu ini benar benar menggemaskan, membuatku ingin mencubit pipi nya. Melihat nya membuat ku mengingat dongsaeng ku .ahh sungguh tidak usah dingat ingat kembali hal buruk itu. Aku kembali teringat kata kata nya pada saat diatas namsan tower memandangi bintang bintang.

“ noona, gwenchana?”

“ yaa.. mengapa kau berkata hal konyol seperti itu?”

“noona, aku tidak mengerti mengapa hidup ini singkat menurutku”

“apa maksudmu?”

“kau tidak apa kah kalau aku tidak lagi berada di sisi mu”

“ ji yoon ~ya“ 

“noona ,aku sungguh ingin noona bahagia,—“

“kang ji yoon? Apakah kau sudah gila berbicara seperti ini?kau—“

“noona, aku berharap kau menemukan seorang namja yang bisa setia dengan mu ,tidak seperti namja iblis itu“

“sudahlah, noona tidak ingin membicarakan dia lagi, kau benar dia adalah namja iblis. ”

“noona , apakah kau ingin aku meminta appa dan eomma agar mencarikan jodoh untukmu?” 

“kang ji yoon, kau sekolahlah saja yang benar, oh tidak sembuhlah dulu. Jangan memikirkan hal hal aneh seperti itu”

“noona, ini sungguh tidak aneh—“ 

“hahahah, aneh menurutku di usia seperti ini kau…, bahkan pada saat keadaan mu yang tidak baik kau hanya memikirkan noona mu ini. Pikirkan dirimu dulu. Sembuhlah dahulu”

“ noona sebenar nya aku ……”

“Baiklah .. pertanyaan yang kita tunggu tunggu. Ini dia “SPEAK HEART, nama yang akan saya ambil di dalam toples kaca itu akan saya tanyakan mengenai seputar hati.” Teriakkan MC berhasil membuat ingatan ku akan kejadian itu buyar seketika.“baiklah , kita akan mulai” gumam MC sambil mengaduk ngaduk isi toples kaca yang ada di depan nya, setelah mengambil satu nama ,membuat ritme jantung ku bertambah tak karuan.

“kita akan lihat siapa dulu yang akan kita tanyakan mengenai “SPEAK HEART”  , kita akan buka…. Siapa kira kira.. ” gumam MC membuatku penasaran

“yuri ssi “ teriak MC ketika dia sudah membuka gulungan kertas yang sudah ada di tangan nya

“ahhh.. na? oh jinjja?” gumam yuri

“ne, yuri ssi ….. pertanyaan pertama ,apakah kau sudah mempunyai namjachingu?” Tanya MC membuat degup jantung ku sedikit merendah dari sebelumnya, karena orang pertama yang di tayanyakkan adalah yuri.

“Baiklah… sulcuke …aku belum mempunyai seorang namjachingu” gumam nya,yuri . gemuruh teriakkan penonton membuat nya terlihat sedikit gugup.

“oke, baiklah.. pertanyaan selanjut nya . tipical seperti apa namja idaman mu?” Tanya MC mendekati umur 30 itu

“ahh, sebenar nya tidak sulit .. tetapi mengapa pertanyaan nya membuatku gugup? Hmmm…Baiklah akan ku jawab… sederhana, yang terpenting tinggi, perhatian,tidak operasi plastik, dan tampan” jawab nya, yuri dengan malu malu. “ contoh yang paling mendekati seperti personil di CN Blue?” gumam MC “ahh,,, yah? Tetapi saying nya tidak ada di CN Blue”

“ apakah ada di grup band atau boyband lain selain CN blue?”  Tanya MC dengan penasaran “ ah yaahh ada di Super junior , sebut saja Cho Kyuhyun” gumam nya , yuri dengan malu malu  “ahhh ya ya ya. baiklah, kita ke yang selanjut nya” gumam MC sambil kembali mengaduk ngaduk toples kaca . tiba tiba saja pipiku memanas jantung ku kembali berdegup kencang. “ohhh seperti nya…. Dari CN blue… lee jong hyun, apakah kau mempunyai seorang yeoja yang sedang kau sukai?” tanya MC membuat ku penasaran apa jawaban nya, karena sedari tadi namja itu selalu melirik kearah ku membuat pipiku memanas, karena gugup.

“tidak, ahh maksudku belum ada” jawab nya, hah membuat ku tidak puas dengan jawaban nya. “tipical  yeoja seperti apa yang kau idamkan?” tanya MC lagi, semakin membuat rasa penasaran ku menghujam.

“ahh,hmmm seperti ….tiffany ssi “ gumam nya , deg.. pipiku tiba tiba memanas,membuat jantung ku tiba tiba berdegup tak normal. Apa dia bilang? Seperti ku? Apa aku tidak salah? Apa yang baru dia katakan?  Gemuruh teriakkan penonton membuat ku gugup .di saat seperti ini aku berharap satu hal saja~ berharap pipiku tidak merona.

“uhhhh…. Wae? Tanya MC yang semakin membuat ku tidak bisa berbicara apa apa

“karena tiffany ssi pintar , suara nya merdu, membuat lirik juga seperti ku, dan terlihat sederhana.” Jawab nya, lee jong hyun .membuat lirik juga seperti ku? Apa yang baru dia katakan?

“tiffany ssi apa kau juga mempunyai tipical namja idaman? Apakah seperti lee jong hyun?” deg… mengapa aku gugup, hanya bilang tidak kan? Mengapa pipiku tiba tiba memanas? Apa yang harus aku lakukan?

“apakah harus dijawab?” kata kata itu? Mengapa keluar begitu saja dari bibir ku? Mengapa aku harus mengatakan itu? Sungguh malu..mungkin akulah orang yang paling bodoh di seluruh dunia. Aku tersenyum “Tentu saja harus di jawab kan?” ya benar kata kata itu mungkin bisa mencairkan suasana.“tentu saja.” Gumam MC , kerutan di dahi nya sedikit terlihat samar , sedikit menunjukkankebingungan nya.

Aku tersenyum “baiklah… sebenar nya aku mempunyai tipical tersendiri, tentu saja harus baik, tidak terlalu basa basi, pintar dalam hal apapun, tinggi, sederhana, sedikit cool dan mahir bermain alat music apapun” gumam ku, baiklah itu saja cukup untuk menjawab pertanyaan konyol yang berhasil membuat pipiku seperti terbakar. “ahhh… ya, mendekati sekali dengan lee jong hyun bukan?”

MC itu berhasil membuatku ku bertambah ingin meledak. Sungguh tidak bukan? Konyol saja. “ahh… itu jauh bukan? —dengan lee jong hyun ssi ?” gumam ku datar “hmmm menurut ku ..dekat sekali, lee jong hyun juga pintar dalam apapun, mahir bermain alat music apapun, baik, cool, sederhana, tinggi ? hampir bukan? Bagaimana dengan penonton? ” gemuruh teriakkan yang mengatakan “ne” apa itu? Mereka setuju dengan MC? Ohh jinjja? Membut ku pusing .Kerut di dahi ku samar terlihat “tapi bukan ter—“  taeyon tersenyum “ohh ohh tiffany ~ah sebenar nya sudah memiliki namjachingu—“ gumam taeyon dengan nada datar. MWO? Apa yang baru saja dia katakan? Namjachingu? Apa itu? Sungguh!!   “ oh, taeyon ssi  apa yang kau katakan?, anyeo sebenar nya itu tidak benar, memang aku punya namjachingu  tetapi itu ..,ahh sudah tidak lagi “ gumam ku gugup

Aku sungguh ingin cepat cepat keluar dari ruangan singa itu. Hah memang benar ruangan itu singa, seperti singa sedang mengaum. Auman yang besar, yang bisa membuat skandal selebriti. Huh!! Jinjja. Reality show yang bisa membuat skandal. Mungkin akan bisa lebih dari pada ini ,kalau saja aku tidak mengelak perkataan taeyon leader tadi.

AUTHOR’S POV

Tiffany menyusuri pelataran parkir, mendongakkan kepala ke atas , melihat langit yang berhias bintang bintang bertaburan, malam yang indah. Tiba-tiba suara dering ponsel terdengar dari balik telapak tagan nya yang terasa dingin. Ponsel nya tempelkan di telinganya, suara di ujung sana seperti familiar menurutnya, benar familiar ia mengenal suara itu. “yobseyo” kata itu yang suara itu lontarkan lewat pendengaran telinganya. “ini siapa?” jawab nya, tiffany, toh ia hanya familiar dengan suara nya. Ia tidak tahu yang sedang berbiara dengannya sekarang siapa, tidak salah bukan ia mengatakkan ini siapa?

“ ini appa, apakah kau tidak ingat appa mu sendiri any~ah” Deg… jantung nya tiba tiba saja berhenti berdegup, appa? Apakah dia tidak malu menelepon gadis itu lagi setelah hal itu, ya benar setelah kejadian itu. Apakah dia tidak malu atau sedikit merasa bersalah pada gadis itu?” appa? Ada apa kau menelepon ku?” jawab tiffany dengan nada datar , mungkin membuat lawan bicara nya di ujung sana sedikit mengerut kan kening.

“ any~ah appa merindukkan mu” tiba tiba saja pipi tiffany memanas . apa yang baru saja laki-laki paruh baya itu katakan padanya,gadis itu? Rindu? Apa dia rindu padagadis itu? Anak nya yang telah dia kecewakkan? Apakah dia masih memiliki rasa rindu?

“appa, aku ingin bertanya satu hal pada mu” jawab gadis itu dengan nada sedikit serius. “any~ah? Apa kau baik baik saja?” jawab nya, laki laki paru baya itu dengan nada yang terdengar tak merasa bersalah sedikit pun.

Tiffany, ia hanya bisa tersenyum sinis, walaupun ia sudah memaafkan appanya, tapi ia masih memiliki rasa ….. seperti wajar nya orang bila di kecewakan “appa? Apakah eomma baik baik saja disana?” gumam nya,tiffany

“eomma mu sakit , appa sudah membawa nya ke rumah sakit di busan, tapi appa masih tidak tahu mengapa eomma mu belum sadarkan diri hingga 2 hari ini”

Pipi gadis itu memanas, apa yang baru saja dia katakan? Sungguh tidak bertanggung jawab berkata seperti itu dengan nada tidak sedikit bersalah.

 “apa yang baru saja appa katakkan?”  gumam gadis itu tak percaya

“eomma mu sakit—“  tiffany ,ia memegang pagar pelataran parkir “appa? Bagaimana bisa eomma sakit sampai belum sadarkan diri? Appa tidak menjaga nya?” teriak yeoja manis itu sedikit kalut

“any~ ah tenang lah, appa sudah berbicara dengan dokter tentang masalah penyakit eomma mu, dokter bilang ia hanya sedikit lelah.”

“appa aku …, baiklah aku akan ke busan besok—“

“any~ah—“

“appa? Eomma sakit, aku tidak bisa di sini saja, di seoul santai santai,sedangkan di busan orang yang paling aku sayang sedang sakit. Bagaimana—“

“tiffany hwang?, tenanglah sedikit. Kau… bekerja lah saja, appa akan merawat eomma” gumam ayah tiffany, lee jong sung

Panggilan appa ia akhiri begitu saja sebelum ia menjawab nya. Tiffany, yeoja itu terus berjalan hingga di depan lampu lalu lintas yang sudah merah. Yeoja itu berjalan menysuri jalan raya  “Yaa!Tiffany hwang! Berhenti!”. Lalu dilihatnya gadis itu menyebrangi jalan, namja itu terus berlari lebih cepat dari yang ia mampu. Sampai akhirnya, sebelum langkahnya berhenti mendadak, lampu lalu lintas berubah menjadi warna hijau. Otaknya semakin kosong saat perlahan mobil-mobil bergerak maju, sedangkan gadis itu belum sampai di seberang. Masih sambil berlari kecil di tengah jalan dan mengatur napasnya yang tersengal-sengal.Bahkan otaknya semakin kosong, blank, saat sebuah mobil sedan hitam melaju dari arah kiri. Lidahnya terasa kelu, dan sedetik setelah itu kakinya bergerak lebih cepat daripada otaknya.

“tiffany hwang!”

Tiffany tampak menoleh dan tiba-tiba saja jantungnya berpacu dengan lebih cepat, matanya hampir saja terpejam andai tidak ada seseorang yang merengkuhnya, dan menarik tubuhnya ke trotoar. Tidak bisa menjaga keseimbangan, keduanya terjatuh di aspal dengan kedua lengan orang itu, namja itu masih erat memeluk tiffany. Napas keduanya tersengal-sengal. Otak tiffany masih tidak fokus, begitu juga namja itu. Sampai kesadaran tiffany terkumpul, ia membuka matanya takut-takut dan pandangannya langsung bertemu dengan wajah namja yang baru saja memperhatikkan nya di raelity show tadi yang terlihat kesakitan, ia berusaha bangkit dari atas tubuh namja itu, namun lengan kekar lee jong hyun masih menguncinya.

“KAU MAU MATI, HAH? KAU PIKIR KAU PUNYA NYAWA BERAPA TIFFANY HWANG?!”

Alih-alih menanyakan kondisi tiffany ,lee jong hyun malah membentaknya. Tiffany menggigit bibir bawahnya takut, tidak berani menatap mata lee jong hyun. Ini pertama kalinya gadis itu dibentak oleh seorang namja yang tidak dikenal nya.

“Jawab aku! Bagaimana kalau seandainya tadi aku telat menolongmu?! Kau lihat, dua detik saja aku terlambat maka semuanya akan benar-benar terlambat!” lee jong hyun menurunkan volume suaranya meskipun masih membentak gadis di hadapannya sekarang. Pikirannya kalut. Kesal, khawatir, dan cemas menghantui namja itu. Ia sebenarnya tidak ingin membentak gadis itu, hanya saja kali ini ia tidak dapat berpikir jernih. Ia hanya takut, takut kalau-kalau gadis di hadapan nya mengalami kecelakaan itu dan berakibat fatal, yang tidak diingikannya.

“Mianhae,tapi mengapa kau membentak bentak ku?” suara tiffany terdengar pelan dan bergetar. Ia menundukkan kepalanya, matanya terasa memanas. Lee jong hyun menghela napas, lalu melepaskan kedua lengannya di tubuh gadis itu. Ia bangkit perlahan, diikuti pula tiffany yang masih mencoba menahan air matanya agar tidak menyeruak ke luar.

Lee jong hyun meringis saat punggung dan kepalanya terasa sakit. Tiffany yang mendengar ringisan lee jong hyun itu mendongak dan mendapati pelipis namja itu mengeluarkan darah segar.

“Kau berdarah! Ayo kita ke rumah sakit!” tiffany tampak menatap cemas lee jong hyun , ia beranjak berdiri dan mencoba untuk mengajak lee jong hyun pergi ke rumah sakit saat namja itu hanya mendongakkan kepala dan menggeleng.

“Aku tidak mau ke rumah sakit. Lebih baik kita masuk kedalam sekarang.”

Tiffany melotot, namun sedetik setelah itu ia kembali mengecilkan pupil matanya saat mata lee jong hyun menatapnya penuh. Ia hanya mendengus pelan, lalu mangedarkan pandangan ke sekelilingnya.

Rona merah perlahan menjalari pipi putih gadis itu saat dilihatnya orang-orang di sekitarnya sudah berkerumun membentuk sebuah lingkaran mengelilingi tiffany dan lee jong hyun. Sebagian di antaranya menatap mereka cemas dan khawatir, sedangkan sebagian lainnya adalah gadis-gadis sepantaran SMA yang sedang asyik mengamati lee jong hyun dari dekat. Sepertinya pesona lee jong hyun  tidak bisa menghilang begitu saja bahkan pada kondisi seperti ini, di saat lee jong hyun terduduk di tepi jalan dengan rambut sedikit berantakan dan ekspresi wajahnya yang terlihat menahan sakit yang amat.

Tiffany membungkukkan badannya sambil mengucapkan kata tidak apa-apa berulang kali pada kerumunan orang-orang itu. Satu per satu dari mereka tersenyum dan melenggang pergi meninggalkan kedua orang itu, sedangkan beberapa yang lainnya masih tampak mengamati tiffany dan lee jong hyun dengan penuh minat. Terutama pada lee jong hyun, si penolong tampan seorang gadis yang hampir saja mengalami kecelakaan.

“Gwenchana?” tiffany membungkukkan tubuhnya sedikit untuk dapat memperjelas pandangannya mengamati kondisi jong hyun.

“Kau pikir ini tidak apa-apa? Lebih baik sekarang kau panggil seseorang untuk menolong ku,” sahut  lee jong hyun yang sempat menunjuk pelipisnya lalu “Jadi, untuk apalagi kau di sini?” suara jong hyun terdengar menginterupsi tiffany. Gadis itu tersadar lalu mengangguk singkat sebelum berjalan dengan terpogoh-pogoh ke arah dalam gedung saat membalikkan badan dilihatnya ada segerombolan wartawan yang terus memotret nya. Lalu langkahnya berhenti dengan sengaja lee jong hyun meraih lengan nya, mendekap gadis itu di tubuh nya. Alih-alih tiffany melarikkan diri dari dekappan lee jong hyun,sia-sia malah membuat lee jong hyun semakkin mengeratkan dekappan nya. Segerombolan wartawan makin terus gencar memotret kedua manusia itu, lee jong hyun dan gadis itu. Tiffany yang masih saja ada di dekappan tubuh lee jong hyun.

Raut wajah gadis-gadis SMA itu langsung berubah. Tampak seperti seseorang yang sudah patah hati untuk sekian lamanya padahal mungkin ini kali pertama mereka bertemu dengan lee jong hyun. Lee jong hyun yang menyadari perubahan raut wajah-wajah itu hanya melemparkan sebuah senyuman manis pada mereka. Berpikir bahwa senyumannya saja mungkin sudah bisa ‘sedikit’ menghargai perhatian mereka. Dan ya, insting lee jong hyun benar. Gadis-gadis SMA itu dalam sekejap mengembangkan senyum mereka sebelum berlalu meninggalkan lee jong hyun yang kini masih memeluk gadis itu sedari awal.

“TOLONG JANGAN POTRET MINGGIRLAH” teriak jong hyun, sambil berusaha keluar dari kepungan wartawan. seketika membuat semua orang yang memperhatikkan mereka berhamburran, sedikit melangkahkan kaki beberapa langkah menjauh.

“maaf , jong hyun ssi, apakah gadis itu tiffany hwang? Members SNSD ? karena hari ini ada reality show CN Blue dengan SNSD bukan? Tolonglah jawab pertanyaan nya jong hyun ssi?” teriak salah satu wartawan sambil terus memotret mereka.

“apakah dia kekasih mu jong hyun ssi? Gadis itu apakah Tiffany SNSD? Apakah tiffany SNSD adalah kekasih mu?” pertanyaan serupa menerjang telinga tiffany, membuat nya semakin mengeratkan tangan nya di lengan namja itu, ia takut akan skandal yang kembali menghantui nya. Tiba tiba ada yang berusaha masuk dari kepungan kerumunan wartawan itu. Manajer park?, manejer CN Blue? Dan beberapa petugas pengamanan.

“maaf, maaf permisi permisi.tolong berikan jalan tolong berikan jalan” teriak petugas pengamanan yang ada di belakang gadis itu.

Seketika ia dan namja yang masih memeluk nya keluar dari kerumunan wartawan itu, dan masuk kembali ke gedung. Diikuti beberapa petugas keamanan. Tiffany, yeoja itu melepaskan kedua tangan nya yang masih mencengkram kuat lengan namja itu.

“ahh, mianhe lee jong hyun ssi. “ gumam nya sambil melepaskan genggaman nya

“ ahh, benar benar membuatku lelah, aishh ….cengkramman kuat mu membuat lengan ku merah, lihat ini aishh….jinjja” gumam namja itu sambil menunjukkan lengan merah nya. Melihat itu sungguh membuat gadis itu sedikit merasa bersalah.

Manejer park menghampiri mereka“ah, tiffany apakah kau baik baik saja?” Tanya manejer park membuat gadis itu berhenti memperhatikkan lengan merah namja itu.

Yeoja itu, tiffany tersenyum datar “ahh, gwenchana eonni” gumam tiffany datar “syukurlah, ahh jong hyun ssi mianhe membuat lengan sebelah mu sakit” gumam manejer park sambil membungkukkan badan.namja itu tersenyum datar “tidak apa apa, hanya memerah saja” gumam nya, namja itu, lee jong hyun.

“oh ,eonni!!! Eonni!!! Eonni!!” teriak beberapa yeoja dari jauh

“ yaaa,gwenchana?” tanya leader taeyon setelah mereka berada di hadapan tiffany.

“ohh gwenchana semua nya, aku baik baik saja. Tapi…….” Gumam tiffany melirik jong hyun yang ada di sebelah nya

“ tapi? Maksudmu?”  gumam yuri  “ahh, tidak.. ayolah kita pulang, bukankah reality show nya sudah selesai? Aku lelah” gumam tiffany sambil memijat pelipis nya.

JONG HYUN’S POV

Aku membaringkan tubuh ku di tempat tidur, “ahh, jinjja membuat ku lelah. Tenaga yeoja itu sangat kuat, sampai membuat lengan ku sedikit lecet karena cengkraman nya.”

tok….tok….tok “yaa, lee jong hyun apakah kau sudah tidur?” suara pintu membuat ku kaget. “ne, masuklah” gumam ku

“oh , syukurlah kau belum tidur” gumam jung yong hwa setelah duduk di pinggir ranjang lee jong hyun.

“ada apa kau malam malam, aku lelah kau tidak tahu?”

“yaaa… apa yang terjadi? Ada masalah apa tadi? Kau dengan tiffany?” tanya nya, jung young hwa

Aku tersenyum “tidak, hanya ada sedikit kesalah pahamanyang di timbulkan oleh refleks” gumam ku datar

“yaaa,,,, apa maksud mu? Apa maksud kata kata mu? Sok puitis”

“yaaa.. yong hwa aku tidak sok puitis hanya sedikit kesalapahaman, itu saja di permasalah kan. Sudah lupakan, aku ngantuk pergilah ke kamar mu”

Jung young hwa mengerucutkan bibir nya“aishh …kau mengusirku?”

Alih alih mengelak, lee jong hyun tersenyum “ ya, memang aku mengusirmu. Lagipula ini kamarku, aku raja di sini. Keluarlah aku ingin istirahat, aku lelah”

“aishhh… jinjja? Kau mengusirku , baiklah kau raja, kau menang. Aku keluar. Oh ya, jangan lupa besok kau ceritakan semua kejadian tadi padaku.” Gumam nya, jung young hwa berjalan keluar

“kau berhutang cerita paduku lee jong hyun” teriak young hwa dari luar pintu

Aishhh jinjja benar benar membuatku bertambah punsing. Apakah dia tidak tahu aku sedang pusing?

***********

Jalanan kota seoul di pagi hari sangat lenggang, hujan yang menyiram kota seoul membuat orang yang menghirup udara bersih itu semakin relax. Lee jong hyun menutup mata nya menghirup udara segar kota seoul yang belum bercampur asap-asap kendaraaan yang berlalu lalang. Kota seoul belum menunjukkan aktivitas nya. Pagi hari ini aku berniat berjalan jalan, merelax kan pikiran dari segala penat pekerjaan yang membuat kepala menambah pusing. Lee jong hyun mengerem mendadak saat melihat tabrakkan di depan nya. Mengingat kejadian kemarin, pada saat yeoja itu ingin tertabrak oleh sebuah sedan hitam, pada saat aku menolong nya dengan refleks tanpa aku tahu kaki ku bergerak untuk menolong nya, otak ku mengatakan tidak tapi, hatiku seolah berkata iya.

“Gwenchana?” tiffany membungkukkan tubuhnya sedikit untuk dapat memperjelas pandangannya mengamati kondisi jong hyun.

“Kau berdarah! Ayo kita ke rumah sakit!” tiffany tampak menatap cemas lee jong hyun , ia beranjak berdiri dan mencoba untuk mengajak lee jong hyun pergi ke rumah sakit saat namja itu hanya mendongakkan kepala dan menggeleng. Kata kata nya terngiang kembali di otakku, seperti racun yang bisa membuat orang mabuk seketika.

Dering ponsel membuat ingatan kejadian itu tiba tiba terbuyar seketika.

Aku terseyum “syukurlah kau menelepon, yong hwa” gumam ku setelah menekan tombol “accept”

“ kau dimana? Kau masih—“

“arraeso, aku akan kesana. Aku tahu aku berhutang cerita padamu tentang kemarin”

“baguslah kalau kau mengetahuinya, kurasa kau punya waktu—“

“tidak, aku akan ke sana nanti!!. Aku sedang santai, kau tidak boleh menggangu ku!”

“yaaa… kau kan berhutang padaku! Seharus nya kau cepat kesini. Kemarin kau bilang kau akan cerita. Lagipula,kau sudah berjanji padaku bukan?”

Aku tersenyum datar “ hahahahah…. Aku tahu aku berjanji padamu, aku tahu aku berhutang padamu. tapi,aku tidak mengatakan jam berapa aku akan cerita padamu. jadi, terserah aku waktu nya.lagipula mengapa kau sangat ingin tahu? ”

Hmmm… sangat aneh melihat namja yang sangat ingin tahu seperti dia. Toh, itu hanya maslah kecil. Toh, semua nya hanya refleks. Mengapa itu menjadi bahan omongan? Ah tidak lebih tepat nya bahan gosipan.Aku mengusap peluh,. Untunglah teriakan teriakan wartawan,namja namja dan yeoja yeoja pada saat itu bisa segera di hindari.
“baiklah, kau memang sedang apa?” Tanya nya di unjung sana

“menyegarkan pikiran ” gumam ku datar “apa kau mau tidak aku ceritakkan?” lanjut ku dengan nada sedikit meledek

“aku tahu kau hanya bercanda, aku tidak bodoh jong hyun” gumam nya di ujung sana.

“kau pintar , memang nya IQ mu berapa yong hwa?”

“ 172 kau tahu itu kan? Yaa.. mengapa kau menanyakan hal yang sudah kau ketahui?”

“aku hanya ingin memastikan saja” gumam ku datar “nanti aku akan menelepon mu lagi yong hwa, disini ada keributan sedikit. Harus aku pisahkan” lanjut ku

“aku tahu pasti kau ingin ke namsan tower?”

Memang nya kenapa kalau aku ingin ke namsan tower? Toh namsan tower tempat yang bagus untuk menghilangkan penat! Lagipula itu keputusan ku, pergi ke namsan tower itu yang ku ingin kan. Mengapa namja satu ini seperti itu dengan tempat sebagus itu ,jarang –jarang bukan libur 1 hari . tentu saja libur 1 hari itu harus dipergunakan sebaik baik nya. Aku keluar mobil ternyata sudah ada yang memisahkan keributan itu di sana. “ maaf, anak muda bisakah kau meminggirkan mobil mu?” suara itu membuat ku tersentak, ternyata seorang ahjussi yang mempunyai mobil losbak sayuran itu, yang sedang bertengkar dengan pengemudi mobil fortuner hitam yang tidak bertanggung jawab. Sampai-sampai hampir semua sayuran yang ada di losbak itu jatuh ke aspal karena ulah pengemudi tak bertanggung jawab.

“maaf anak muda bisakah anda meminggirkan mobil anda ?”

“oh , ne. saya hanya ingin lewat jalan didepan. Tapi, saya lihat ada keributan disana. Jadi, saya berhenti sejenak dan menerima panggilan ponsel saya. Maaf ahjussi”

“ kalau seperti itu anak muda kau bisa lewat sekarang. Mobil di belakang banyak yang mengantri ingin lewat juga” gumam nya

Setelah membalikkan badan meliahat apakah yang di katakana ahjussi itu benar atau tidak. Ternyata , benar seantrian mobil dibelakang mobil ku panjang sekali seperti sedang mengantri loket tol.

“oh maafkan saya, sudah membuat jalanan macet total”

“saya sarankan.sebaiknya anda tidak terus berbicara. Bisakah anda segera mengemudi dengan benar?”

“oh ne”

~~~~~oOo~~~~

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s